Belajar di Masa Pandemi - Mia Ulfatun Nadlifah
Belajar di Masa Pandemi
Mia Ulfatun Nadlifah
Pada tahun 2020 muncul sebuah virus di negara Indonesia yaitu virus corona-19. Virus tersebut sangatlah berbahaya dan mudah menular. Penularan virus sangat cepat sehingga organisasi kesehatan dunia WHO menetapkan virus corona-19 menjadi pandemi. Meskipun dikatakan sebagai pandemi masyarakat Indonesia masih melakukan kegiatan di luar rumah dan berakibat sebagian besar masyarakat terkonfirmasi positif covid-19. Oleh karena itu, pemerintah menetapkan kebijakan PSBB (pembatasan sosial berskala besar) sebagai upaya agar penyebaran virus tidak semakin luas. Pemerintah membatasi kegiatan di luar rumah seperti belajar dari rumah atau pembelajaran on line.
Perkembangan teknologi sangat pesat sehingga dapat dimanfaatkan dalam pembelajaran on line. Pembelajaran on line memanfaatkan teknologi internet. Dimana pembelajaran dilaksanakan menggunakan system jarak jauh atau belajar dari rumah masing – masing. Pembelajaran tersebut menggunakan media, baik media cetak (modul atau buku pelajaran) maupun media non cetak (video atau audio) dan juga bisa menggunakan aplikasi zoom, google meet, ms teams dan lain – lain untuk bertatap muka dari jarak jauh.
Pembelajaran on line menjadi sebuah tantangan yang sangat besar untuk para guru. Seorang guru yang tidak mengetahui internet dituntut untuk dapat menggunakan atau memanfaatkan media internet seperti mengaplikasikan aplikasi video dan membuat video pembelajaran yang menarik agar siswa tidak mudah bosan dalam melaksanakan pembelajaran
Kondisi seperti ini berdampak pada kualitas pembelajaran, siswa dan guru yang awalnya belajar secara langsung atau berinteraksi secara langsung di dalam kelas sekarang harus belajar dari jarak jauh. Hal ini seorang guru dituntut untuk tetap professional mengajar dengan baik, menggunakan media pembelajaran yang menarik agar pembelajaran dapat diterima oleh peserta didik dengan baik, menciptakan suasana yang kondusif.
Pembelajaran jarak jauh dapat menurunkan semangat anak untuk belajar seperti anak kurang aktif dalam menyampaikan inspirasinya, anak menjadi pemalu. Maka dari itu diperlukan dorongan dari seorang guru dan orang tua untuk lebih sering memotivasi seorang anak agar tetap semangat dalam belajar. Diperlukan juga untuk kerjasama antara guru dan orang tua dalam pembelajaran jarak jauh. Jika terjalin kerjasama yang baik maka pembelajaran yang disampaikan oleh guru dapat diterima anak dengan senang hati dan akan belajar secara terus menerus.
Motivasi belajar terhadap anak sangatlah penting karena dapat meningkatkan semangat dalam belajar seperti anak dapat belajar dan mengerjakan tugas sekolah dengan senang tanpa ada paksaan. Akan tetapi bagi sebagian orang tua sangat sulit untuk menemani dan memotivasi anak untuk belajar karena sebagian besar orang tua sibuk dengan pekerjaannya masing-masing yang mengakibatkan anak jenuh dan tidak semangat untuk belajar dan mengerjakan tugas. Kurangnya perhatian orang tua terhadap anak mengakibatkan rendahnya semangat belajar anak. Semangat belajar anak dapat dimiliki dengan meningkatkan motivasi belajar.
Setiap anak memiliki motivasi belajar yang berbeda, ada anak yang memiliki motivasi belajar yang tinggi dan ada juga anak yang memiliki motivasi belajar yang rendah. Anak yang memiiki motivasi tinggi akan dengan sendirinya ia belajar tanpa ada paksaan sedangkan anak yang memiliki semangat belajar yang rendah dapat berdampak negatif pada anak. seperti tidak ada semangat untuk belajar, mudah merasa bosan. Hal tersebut dapat menyebabkan rendahnya keberhasilan dalam belajar sehingga menurunnya prestasi belajar anak.
Juga memiliki dampak positif bagi anak, orang tua dan guru seperti belajar dapat dilakukan dimana saja dan kapan saja, meningkatnya keakraban guru dan orang tua, meningkatkan kreativitas guru dan siswa, melatih kemandirian siswa dan dapat memberikan peluang eksplorasi pada anak.
Komentar
Posting Komentar