DINAMIKA PEMBELAJARAN DARING DIMASA PANDEMI - SITI MASHULAH, S.Pd

 

 DINAMIKA PEMBELAJARAN DARING DIMASA PANDEMI

SITI MASHULAH, S.Pd

 


 

 

Sebelum masa pandemi kita bisa bergerak dengan bebas, mau berkumpul dan bermain dengan siapapun, kapan dan dimanapun kita bisa melakukanya tanpa ada rasa hawatir dan takut akan bahaya penyakit yang sebelumnya tidak perna sedikitpun ada dalam bayangan kita. Sebagai seorang pengajar seperti kami, kami sangat bahagia melihat anak-anak disekolah dapat bermain dan belajar dengan bebas tanpa dihantui rasa takut. Anak-anak dapat berbagi mainan, makanan, berpelukan dan dapat mengerjakan tugas ataupun bermain dengan berkelompok. Kami bisa langsung berinteraksi dengan mereka, bertatap muka, berjabat tangan bahkan mereka bergelayut dan memeluk kami dari depan dan dari belakang, itu sungguh merupakan suatu kebahagiaan buat kami. Dari kebersamaan itulah sehingga tumbuh rasa persaudaraan dan kasih sayang, sehingga tumbuh jiwa sosial  yang menjadi salah satu karakter yang tertanam pada jiwa mereka sejak Usia Dini.

Virus Corona datang tiba-tiba, tak diundang menyeruak menjangkiti manusia seluruh dunia, termasuk menjangkiti dunia pendidikan di Indonesia. Semua keadaan berubah, pembelajaran menjadi porak poranda. Sebagai seorang pengajar kami sangat sedih, namun kami harus tetap semangat dan terus berusaha memberikan yang terbaik demi masa depan anak bangsa. Banyak cara yang kami lakukan di lembaga kami “ TK MUSLIMAT NU 254 NURUL ISHLAH “dalam melaksanakan pembelajaran dimasa pandemi. Kami melaksanakan pembelajaran secara dalam jaringan ( daring ), karena menurut kami cara inilah yang dapat menjadi solusi untuk melakukan kegiatan belajar mengajar dimasa pandemi.

Di TK kami, kami melaksanakan pembelajaran secara daring melalui beberapa aplikasi yang sudah kami sosialisasikan pada wali murid dan disepakati bersama, diantaranya adalah dengan aplikasi whatshap, Google meet dan zoom. Sebelum pembelajaran kami sudah menyiapkan semua yang dibutuhkan dalam melaksanakan kegiatan, seperti bahan-bahan juga alat yang akan dikirimkan ke wali murid, sehingga wali murid tidak terbebani dengan menyiapkan alat dan bahan yang akan kita gunakan dalam pembelajaran. Setiap hari senin, selasa,rabu, kamis dan jum’at kita bertatap muka lewat Zoom selama 60 menit, menjelaskan kegiatan, memantau anak-anak dalam melakukan kegiatan dan berbincang-bincang dengan mereka, sehingga kami tetap dapat berinteraksi dengan mereka meskipun hanya lewat udara. Setelah Zoom, anak-anak dapat melanjutkan kegiatan mereka dengan didampingi orang tua. Selesai melakukan kegiatan, orang tua mengirimkan hasil kegiatan anak-anak dengan mengirimkan foto, vidio maupun pesan suara. Kamipun sebagai pendidik tidak cukup sampai disitu, kami akan memberikan reward pada anak-anak dengan memberikan tanda bintang, tepuk tangan, tanda cinta ataupun sesuatu yang dapat membuat anak dan orang tua senang dan bangga atas apa yang sudah mereka kerjakan. 

Selain itu pembelajaran dimasa pandemi ini menuntut kita sebagai seorang pendidik lebih banyak lagi menguasai tehnologi informatika, kami belajar membuat dan mengedit Vidio pembelajaran, Vidio gerak dan lagu, membuat kegiatan yang lebih menarik agar anak-anak tidak bosan dengan membuat Worksheet dan masih banyak lagi.  Sungguh merupakan pengalaman yang sangat luar biasa bagi kami saat melaksanakan pembelajaran dimasa pandemi.

Namun kendati demikian, belajar dimasa pandemi dengan menggunakan Gadget masih banyak kendala dan kekurangan. Kemampuan teknologi dan ekonomi  setiap siswa berbeda juga tidak semua siswa memiliki fasilitas yang menunjang kegiatan belajar jarak jauh ini. Koneksi lemah, alat penunjang yang tidak mumpuni, dan kuota internet yang mahal juga menjadi hambatan yang nyata. Tentu ini juga dialami oleh pendidik atau guru yang menjadi pengemban tugas negara.

Dari beberapa kasus diatas, pastinya bapak ibu guru juga mengalami hal yang sama, tetapi ada juga kelebihan dari model daring yang kita lakukan selama pandemi seperti, pembelajaran daring tidak banyak membutuhkan fisik seperti ruang kelas. Guru dan murid dipermudah karena bisa belajar dan mengajar dimana saja dan kapan saja meskipun dalam jarak yang jauh. Bagi murid dan orang tua lebih luwes dan dinamis dalam mengatur waktu. Murid dapat belajar kapan saja. Tentu saja tersebut bisa menguntungkan bagi murid ataupun wali murid yang tidak memungkinkan dan tidak punya banyak waktu datang ke kelas secara fisik. Selain itu pembelajaran daring atau sistem online membuat para murid untuk belajar mandiri. Murid dapat mengatur sendiri dalam melaksanakan tugas pembelajaran.

Sebetulnya masih banyak lagi kelebihan dan kekurangan diantara pembelajaran daring, online dan pembelajaran tradisional tatap muka. Hal yang paling penting adalah kesadaran bersama, mulai dari guru, peserta didik, orang tua dan masyarakat untuk terus semangat belajar dan memotivasi diri untuk berubah menjadi lebih baik lagi. Dan untuk pemerintah, baik itu pemerintahan pusat, Provinsi, maupun kabupaten kami mengucapkan terima kasih atas semua yang sudah diberikan pada kami. Untuk itu kita semua harus besinergi dalam menghadapi pandemi ini bersama-sama, sesuai dengan identitas negara Indonesia “ Gotong royong”. Usaha wajib kita lakukan dan jangan lupa berdo’a semoga pandemi ini segera berakhir, sehingga kita bisa hidup dengan normal dan memajukan pendidikan Indonesia yang maju dan beradab.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

TANTANGAN PEMBELAJARAN PAUD DI MASA PANDEMI - Nur Fadilah, S.Pd

Suka Duka Belajar Daring Saat Pandemi Covid-19 Di Lingkungan Pendidikan Sekolahku - Yeny Asmawati,S.Pd

Meningkatkan Minat Belajar Anak Usia Dini pada Pembelajaran Online (Daring) - NUNUN FALIYAH, S.Pd