MENANAMKAN ATURAN DISIPLIN KEPADA PESERTA DIDIK DI MASA PANDEMI - Neniy Fatmawati, S.Psi

 MENANAMKAN ATURAN DISIPLIN KEPADA PESERTA DIDIK DI MASA PANDEMI

Neniy Fatmawati, S.Psi

 



 Penyebaran virus corona begitu cepat di tanah air, usaha awal pemerintah untuk mencegah penularan virus ini adalah dengan membatasi kerumunan dan  mengurangi kegiatan bertatap muka. Pandemi covid 19 membuat kita semua harus bekerja di rumah, mengajar di rumah dan juga sekolah di rumah. Di dunia pendidikan mau tidak mau kita semua harus mengikuti anjuran pemerintah untuk melaksanakan belajar mengajar melalui jarak jauh dengan bantuan media on line atau biasa kita sebut “Daring” .  Ketika daring ini dilaksanakan banyak sekali hambatan yang terjadi apalagi yang kita hadapi adalah peserta didik usia dini, salah satunya adalah banyak wali murid yang kesulitan mendampingi peserta didik belajar di rumah. Dengan berbagai alasan banyak peserta didik yang tidak bisa melaksanakan kegiatan belajar dengan tuntas apa lagi tepat waktu. Peserta didik tidak bisa punya waktu belajar yang tetap, ada yang belajar siang hari karena bangunnya siang, ada yang belajar ketika sore menunggu orang tuanya pulang bekerja, ada yang rewel tidak mau belajar dan lain - lain. Karena kondisi masih rawan peserta didik lebih banyak diam di rumah, tidak pergi kemana mana, tidak bertemu teman, harus menjaga jarak dan kurang komunikasi dengan orang lain. Hampir 2 tahun daring peserta didik yang biasa belajar di rumah dengan waktu yang tidak tetap dan kurang adanya aturan di rumah membuat peserta didik minim sekali kedisiplinannya.

            Pertengahan tahun 2021 ketika pandemi sudah mulai membaik pemerintah pun mulai mengijinkan pertemuan tatap muka terbatas bagi dunia pendidikan. Tentu saja ini merupakan kabar gembira bagi kami guru, wali murid dan peserta didik. Antusias peserta didik untuk bersekolah tatap muka sangat tinggi, mereka sangat senang dan bersemangat. Peserta didik pada jenjang taman kanak – kanak yang sudah berada di kelompok B biasanya sudah memahami aturan dan memiliki sikap disiplin yang baik. Misalnya aturan di dalam kelas, bagaimana cara bermain yang baik, bagaimana merapikan tas dengan benar, bagaimana cara meminta ijin untuk ke kamar mandi dan mencuci tangan dan lain - lain. Penting sekali menumbuhkan kedisiplinan dan paham aturan kepada anak usia dini karena itu saya merasa harus menerapkan aturan disiplin kepada mereka.

Ada beberapa hal yang bisa kita lakukan untuk menanamkan aturan dan disiplin kepada anak usia dini yang pertama adalah konsisten, penerapan disiplin melalui konsistensi dengan perlahan tapi pasti anak akan dengan mudah menerima aturan yang diberlakukan. Yang kedua  berikan pujian. Disiplin bukan berarti keras dan galak, kita mengajarkan dua hal yang berbeda. Sehingga jangan menyatukan keduanya. Bentuk disiplin yang paling kuat adalah dengan memberikan pujian jika anak memang melakukan hal baik dan terpuji, dan ini berlaku untuk semua usia anak bahkan yang sudah remaja sekalipun. Makin sering dipuji, anak makin kuat keinginannya untuk berperilaku baik dan tidak perlu menggunakan iming-iming. Yang ketiga kesepakatan, Disiplin lebih baik tidak terjalin pada satu pihak saja agar anak tidak merasa ketakutan. Apabila sulit menerapkan kedisplinan maka kita bisa melakukan kesepakatan. Misalnya ketika tidur, tawarkan apakah ingin dengan lampu di lorong depan kamarnya tetap menyala atau dibiarkan mati. Dengan seperti ini mereka akan paham bahwa orang dewasa menghargai keinginan dan tidak memaksa, sehingga kedisiplinan bisa berjalan. Yang keempat tunjukan rasa empati, Seorang anak meskipun berusia dini tetap tahu bahwa perasaannya baik atau tidak baik. Setelah melakukan kedisiplinan kita bisa bertanya dan sebutkan bahwa kita memang berada di pihak mereka dan memahami mereka. Yang kelima berani katakan tidak, Penerapan disiplin akan gagal jika kita tidak mengatakan “TIDAK” dengan jelas. Misalnya anak memang melakukan kesalahan, seperti memukul temannya sebutkan dengan jelas bahwa tidak boleh memukul. Apalagi jika anak  melakukan kesalahan besar. kita juga tetap bisa meminta dia meminta maaf. Walaupun begitu, batasi penggunaan kata “tidak”. Jangan semua hal kita katakan tidak. Yang kelima  meningkatkan motivasi, Terutama untuk anak usia dini mereka membutuhkan stimulasi dulu untuk bisa berperan dan melakukan sesuai peraturan. Untuk anak yang memang ingin melakukan apa yang dirinya sendiri ingin lakukan bisa dibantu dengan motivasi. Terutama untuk bisa mencapai hasil yang diinginkan oleh sang anak itu sendiri.  Selanjutnya  adalah  mengajarkan keteraturan, mengajarkan keteraturan memang harus diajarkan sejak awal.

Nah, penerapan disiplin itulah yang akan membantu anak usia dini mampu untuk mengelola waktu dengan baik. Sehingga mereka tahu kapan melakukan kegiatan dan waktu yang dianggap penting dan teratur. Ia bisa memahami prioritas dalam kesehariannya. Beberapa cara tersebut secara perlahan saya terapkan kepada peserta didik, harapan saya peserta didik bisa lebih memahami aturan dan disiplin.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

TANTANGAN PEMBELAJARAN PAUD DI MASA PANDEMI - Nur Fadilah, S.Pd

Suka Duka Belajar Daring Saat Pandemi Covid-19 Di Lingkungan Pendidikan Sekolahku - Yeny Asmawati,S.Pd

Meningkatkan Minat Belajar Anak Usia Dini pada Pembelajaran Online (Daring) - NUNUN FALIYAH, S.Pd