Pembelajaran Di Masa Pandemi - Maysa Pusvitasari
Pembelajaran Di Masa Pandemi
Assalamualaikum Guru - guru hebat diseluruh indonesia, apa kabar kalian ?? Semoga
kita semua sehat wallafiat, diberikan kekuatan serta selalu dalam lindungan Allah swt. Pada
kesempatan kali ini saya mau berbagi pengalaman saya selama masa pandemi covid-19 ini, nah
sebelum itu perkenalkan dulu nama saya Maisah Pusvita Sari, S.Pd. dari TK Tunas Harapan
Segoromadu Kecamatan Kebomas Kabupaten Gresik. Pada masa pandemi covid ini merupakan
masa yang paling berat selama saya menjadi guru. Bagaimana tidak, kegiatan belajar mengajar
hampir di seluruh dunia mengalami gangguan. Mulai dari cara pembelajaran, segi psikologis
guru - guru, dan yang pasti psikologis murid - murid juga pasti ikut terganggu.
Siapa sih yang tau akan ada covid? Dan yang pasti tidak seorang pun mengharapkan
pandemi berlangsung sangat panjang seperti ini.. Tidak ada yang tau dan tidak ada yang
mengharapkan, karena semua sudah kehendak Tuhan yang maha Kuasa. Hal ini yang membuat
psikologi kita sebagai guru dan juga murid – murid pastinya sangat terganggu. Dari yang
awalnya mengajar di sekolah seperti biasanya, bertemu dan saling tegur sapa, bercanda dan
tertawa dengan anak-anak, memberikan materi atau pembelajaran secara langsung, kini harus
berubah drastis. Dan ini membuat kita sebagai guru harus bisa berfikir ekstra keras bagaiamana
caranya agar anak - anak bisa tetap menerima ilmu tanpa bertemu langsung dengan mereka. Dari
sini muncullah Banyak teori - teori pembelajaran baru yang kita pakai selama pandemi covid ini,
seperti daring (pembelajaran melalui youtube ataupun video call), luring (pembelajaran yg kami
sampaikan melalui aplikasi grup whatshapp) dan banyak juga yang lainnya. Tentu tidak mudah
bagi kita guru Taman Kanak - kanak melakukan pembelajaran seperti itu, kita membutuhkan
adaptasi lagi, karena pada kenyataannya pembelajaran tersebut tidaklah semudah yang kita
bayangkan. Banyak sekali dampak - dampak atau kendala saat kita mengajar seperti, koneksi
sinyal yang kurang bagus sehingga saat kita melakukan video call, kita menyapa anak - anak dan
menjelaskan materi pada anak - anak akan tersendat karena koneksi jaringan kurang bagus, hal
ini akan menyebabkan materi yang kita sampaikan ke anak - anak tidak tersampaikan secara jelas,
yang kedua faktor wali murid, banyak dari wali murid ini yang bekerja sehingga karena
pekerjaan orang tua tersebut membuat anak - anak belajar sampai larut malam karena harus
menunggu orang tuanya pulang kerja dulu. ada juga orang tua yang kurang memahami teknologi,
sehingga menyebabkan proses pembelajaran terganggu. kemudian Kita sebagai guru TK di tuntut
untuk lebih kreatif, membuat inovasi - inovasi baru seperti membuat video pembelajaran yang
bagus dan menarik untuk di upload ke sosial media seperti youtube maupun dikirim via
whatsapp sebagai metode pembelajaran. Dan masih banyak lagi kendala - kendala yang lainnya.
Beruntungnya, ada sedikit kabar bahagia di tahun ajaran yang baru ini. Puji syukur berkat
usaha kita semua dalam mematuhi protokol kesehatan, pandemi covid ini mengalami penurunan
kasus. Sehingga di awal tahun ajaran baru ini pemerintah mengumumkan sekolah bisa kembali
melakukan kegiatan belajar mengajar secara tatap muka. Alhamdulillah betapa bahagianya kita
sebagai guru mendengar kabar tersebut, akan kembali mengajar seperti sediakala, bertemu lagi
dengan murid kesayangan kita, bertegur sapa kembali dengan wali murid yang mengantarkan
putra putrinya kembali berangkat ke sekolah tercintanya. Tentunya semua hal tersebut masih kita
lakukan sesuai dengan protokol kesehatan yang ketat. Akhir kata saya berharap ini akan menjadi
awal serta juga akhir.. ya, semoga ini akan menjadi awal kebahagiaan kita semua sebagai guru
serta murid, dan semoga ini juga akan menjadi akhir dari pandemi covid di seluruh dunia
khususnya di Negara kita Indonesia. Amiin ya robbal alamin
Wassalamu’alaikum warrahmatullahi wabarakatuh
Komentar
Posting Komentar