Pembelajaran Nilai Moral Agama di Masa Pandemi - Badiatun Nikmah, S.PdI
Pembelajaran Nilai Moral Agama di Masa Pandemi
Badiatun Nikmah, S.PdI
Pada masa pandemi covid-19 yang saat ini terjadi di dunia dan di Indonesia sehingga banyak pengaruh yang ditimbulkan akibat virus corona. Salah satu akibat yang ditimbulkan yakni kehidupan masyarakat di daerah-daerah seperti kota dan kabupaten bahkan desa membuat masyarakat semakin terbatas dalam melakukan aktivitas . Semenjak virus corona menyebar di Indonesia banyak kegiatan pembelajaran ditutup seperti di sekolah,taman pendidikan Al Qur’an bahkan masjidpun ditutup guna meminimalisir penyebaran virus corona tersebut.
Pandemi tidak hanya menghambat pelaksanaan pendidikan formal ,tetapi juga pendidikan non formal seperti Taman Pendidikan Al Qur’an ( TPQ ), anak -anak tidak bisa lagi belajar di TPQ dan memperdalam agama, seperti belajar tajwid. Padahal mempelajari dan mengimplementasikan tajwid akan menambah kesempurnaan dalam sholat dan membaca Al Qur,an.
Saat pembelajaran harus dilakukan di rumah ,akhirnya pembelajaran dilaksanakan lewat model daring. Membayangkan on line terbayang canggih dan keren .Tetapi timbul pertanyaan kalau orang tuanya punya computer, kalau orang tuanya punya whatsapp, kalua anak-anak diperbolehkan menggunakan handphone, bagaimana juga yang anaknya lebih dari satu sedangkan tidak memungkinkan mempunyai HP lebih dari satu. Akhirnya pembelajaran pun dilakukan dengan mengirimkan video pembelajaran dan video call.
Tugas berupa video berupa hafalan surat pendek, doa sehari-hari dan hafalan hadits kita berikan, Alhamdulillah reaksi orang tua sangat bagus . Namun kami sebagai pendidik juga tidak berani memaksa semisal ada tugas yang belum dikirim . Menurut saya yang penting mereka mengumpulkan dan tidak ada kata terlambat untuk mengirimkan .Meskipun ada sisi negatifnya memory handphone kami sangat berkurang ,namun saya dan rekan guru yang lain senang dapat melaksanakan pembelajaran secara daring. Setiap pengiriman hasil kegiatan siswa dari orang tua, kami tidak lupa mengucapkan terima kasih.
Ambil sisi kebaikan dari musibah pandemi ini semoga semuanya Kembali seperti semula dengan perubahan yang baik. Ketika pembelajaran tatap muka sudah diperbolehkan,maka kita harus bisa menerima dan melaksanakan aturan new normal ( adaptasi kebiasaan baru ) dengan selalu mematuhi protokol kesehatan seperti memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan atau yang disingkat dengan 3, bahkan ditambah menghindari kerumunan dan menjaga mobilitas sehngga lebih dikenal dengan sebutan 5 M. Tetapi dengan adanya aturan new normal tersebut tidak menyurutkan semangat bagi kami dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar terutama membaca Al Qur’an di tempat kami mengajar.
Tantangan bagi setiap pengajar untuk memulai pengajaran setelah pengajaran daring adalah mengembalikan daya konsentrasi siswa. Tidak bisa dipungkiri bahwa selama belajar di rumah tidak bisa semaksimal dikelas. Pengajaran dilakuakan dengan mengajak bermain ,bercerita dan menyanyi untuk mengembalikan semangat belajar siswa. Alhamdulillah semoga dalam keadaan apapun pembelajaran tatap muka tetap bisa dilaksanakan dan semuanya dalam keadaan sehat serta kembali dalam normal dan ilmu yang diberikan membawa manfaat bagi kehidupan dunia dan akhirat.
Harapan kami sebagai pendidik , semoga pandemi segera berakhir ,semuanya bisa berjalan dengan normal,baik itu perekonomian ,industry ,kesehatan maupun dunia pendidikan serta bidang – bidang yang lain. Sehingga kami dapat melaksanakan tugas yang diberikan sesuai dengan kemampuan kami dan dapat memberikan yang terbaik buat anak didik kami.Buat orang tua murid semoga bisa menerima segala kekurangan kami dan bisa bbekerjasama guna perbaikan pengajaran yang sudah dilakukan.Semoga Allah meridhoi segala yang kita lakukan ,sehingga membawa keberkahan di kehidupan dunia dan akhirat.
Komentar
Posting Komentar