Pembelajaran Tatap Muka Terbatas di Masa Pandemi - SRI AYUNI, S.Pd

 Pembelajaran Tatap Muka Terbatas di Masa Pandemi

 SRI AYUNI, S.Pd


 

Semenjak adanya virus COVID – 19 di indonesia, dunia pendidikan mengalami perubahan yang sangat besar. Salah satunya yaitu adanya kebijakan tentang pembelajaran secara daring yang membuat orang tua, guru bahkan peserta didik mengalami beberapa kesulitan. Hal ini terbukti dengan adanya beberapa keluhan yang disampaikan oleh para orang tua dan peserta didik kepada guru.

Selain itu, pembelajaran jarak jauh tidak begitu efektif  bagi kami para bunda guru paud ataupun TK.  Adapun beberapa faktor yang memicu ketidak efektifan pembelajaran daring  pada anak usia dini yaitu : pertama, siswa belum mengetahui banyak tentang penggunaan teknologi serta adanya keterbatasan orang tua dalam menggunakan teknologi. Kedua, tidak adanya interaksi antara guru dan murid secara langsung dalam prose belajar sehingga membuat anak atau siswa merasa bosan dan lebih tertarik untuk melihat youtube ataupun bermain game. Ketiga, kesibukaan orang tua dalam bekerja membuat proses belajar dari rumah terasa kurang optimal sehingga banyak sekali orang tua yang mengeluh mengalami tekanan darah tinggi ketika menemani anaknya belajar dari rumah.

Beberapa faktor tersebut juga mempengaruhi keberlangsungan kehidupan dunia pendidikan anak usia dini. Karena beberapa faktor tersebut, banyak orang tua yang memilih tidak memasukkan anaknya ke sekolah PG ataupun TK  terlebih dahulu. Sehingga banyak dari lembanga pendidikan anak usia dini atau TK yang mengeluh mengalami kesulitan dalam mencari peserta didik baru.

Pada pertengahan tahun 2021, kami para pendidik mendapatkan sedikit angin segar, dimana mas mentri NADIEM MAKARIM menurunkan kebijakan tentang diberlakukannya pembelajaran secara tatap muka TERBATAS dengan menggunakan  protokol kesehatan. Kebijakan ini tentu mendapatkan sambutan yang sangat baik dari para pendidik sehingga banyak dari pendidik yang mempersiapkan sekolahnya dalam menyambut pembelajaran tatap muka TERBATAS. Adapun beberapa persiapan yang dilakukan yaitu : satu, mensterilkan seluruh ruangan di sekolah. Kedua, menyediakan tempat cuci tangan dan handzsanitaizer. Ketiga, melakukan vaksinanasi bagi seluruh guru beserta staff yang ada disekolah.

Pada pembelajaran tatap muka terbatas kami para pendidik juga memiliki kendala, diantaranya : adanya kebijakan belajar tatap muka hanya dilakukan dengan durasi 1 sampai 1,5  jam membuat pembelajar terasa kurang optimal untuk anak usia dini .

Pada awal tahun 2022, mas menteri NADIEM MAKARIM kembali menurukan kebijakan tentang diberlakukannya pembelajaran tatap muka secara penuh. Dimana siswa tidak perlu bergantian untuk masuk sekolah akan tetapi semua siswa harus masuk sekolah sesuai dengan protokol kesehatan. Namun pada pembelajaran tatap muka secara penuh atau 100 persen, para pendidik kembali menemukan beberapa kendala

Satu, terlalu lama belajar dirumah membuat jam tidur anak berantakan sehingga mengurangi sikap disiplin anak.  Kedua, anak lebih banyak mengetahui games di hp ataupun kartun daripada mengetahui permainan tradisional. Ketiga, kurangnya anak dalam memahami aturan dikelas ataupun sekolah sehingga guru harus membantu anak untuk memahami beberapa aturan yang harus dilakukan ketika di kelas ataupun di luar kelas. Keempat, kurangnya minat anak pada buku sehingga membuat guru harus memutar otak membuat media belajar yang sekreatif mungkin untuk menarik perhatian serta minat anak. 

Meskipun menghadapi beberapa kendala, besar harapan saya agar guru bunda  PAUD  atau TK tetap semangat  untuk  memberikan yang terbaik kepada anak didik selama masa pembelajaran tatap muka TERBATAS.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

TANTANGAN PEMBELAJARAN PAUD DI MASA PANDEMI - Nur Fadilah, S.Pd

Suka Duka Belajar Daring Saat Pandemi Covid-19 Di Lingkungan Pendidikan Sekolahku - Yeny Asmawati,S.Pd

Meningkatkan Minat Belajar Anak Usia Dini pada Pembelajaran Online (Daring) - NUNUN FALIYAH, S.Pd