PENGALAMAN BELAJAR DI MASA PANDEMI - NING SUGIARTI, S.Pd
Seperti biasanya setiap malam yang sering kami lakukan adalah mengerjakan tugas sekolah sambil menonton televisi, tanpa disengaja acara yang kami lihat di televisi pada saat itu adalah berita tentang virus corona yang terjadi di Wuhan, kalau tidak salah terjadinya sekitar bulan
Pebruari tahun 2019, yang saya lihat di televisi pada waktu itu adalah masyarakat yang ada di Wuhan tiba –tiba jatuh terkapar di tanah tak sadarkan diri, seketika itu kami terkejut menyaksikan kejadian itu di televisi , kenapa orang- orang itu tiba- tiba banyak yang bergelimpangan pingsan di jalan-jalan disekitar wilayah Wuhan, setelah saya dengar berita
selanjutnya baru saya mengerti ternyata itu semua akibat dari virus corona, Ya Allah sampai segitu parahnya korban dari virus corona, tak berapa lama berita tsb sudah menyebar ke seluruh dunia termasuk juga di Indonesia, langkah yang diambil oleh pemerintah Indonesia adalah memulangkan semua mahasiswa Indonesia termasuk juga para tenaga kerja yang berada di Wuhan, Semua orang-orang tsb naik dalam satu pesawat dengan memakai baju Azmat/APD menuju Indonesia, setibanya di Bandara mereka semua disemprot dengan cairan disinfektan kemudian dikarantina beberapa hari di sana, meskipun sudah semaksimal mungkin usaha
pemerintah dalam memberantas virus corona tetapi tetap saja virus corona bisa menyebar di Indonesia, hampir setiap hari kita dengar berita ttg corona,setiap hari kita dengar jumlah pasien corona semakin bertambah dan semakin bertambah pula angka kematian yang terjadi di Indonesia dari televisi, selang beberapa hari kemudian diumumkan juga bahwa semua sekolah – sekolah yang ada diseluruh Indonesia termasuk TPQ diliburkan selama 1 minggu, tapi tetap saja tidak dapat menyelesaikan masalah corona, akhirnya libur di perpanjang 1 minggu lagi berikutnya dst sprti itu, diperpanjang lagi dan diperpanjang lagi libur sekolah tapi masih juga
belum membawa hasil hususnya bagi Pendidikan yang ada di Indonesia,ahirnya disemua sekolah / disemua lembaga program pembelajaran sekolah menggunakan sistem online atau yg lebih dikenal dengan belajar di rumah / WFH (Work From Home), meskipun di TK kami yang bernama TK Muslimat NU 24 yang berada di Sukorejo dengan jumlah murid sebanyak 34 anak, yang berada agak jauh dari kota juga tetap wajib belajar sistem online, sebelum sistem online dilaksanakan disekolah, ibu ibu guru TK terlebih dahulu mendapat bimbingan dari ibu pengawas
setempat, dan sebelum pembelajaran di mulai murid-murid dibuatkan jadwal , utk kegiatan setiap hari jadwal nya dibagikan setiap 1minggu sekali, bilamana dalam 1 minggu ada salah satu murid yang tidak mengirimkan tugas tidak apa-apa tidak boleh dipaksa, terserah anaknya masing-masing, begitu mulai di laksanakan pembelajaran sistem online banyak wali murid yang protes diantaranya ;
1. Jadwal pembelajaran minta dibagikan setiap hari,
2. Kegiatan utk anak jangan terlalu sulit,
3. Jangan terlalu sering memberikan kegiatan yang baru,
4. Pemberian nilai kpd murid harus berlaku seadil-adilnya,
5. Usahakan klau mengerjakan kegiatan dirumah harus dikerjakan anaknya sendiri tanpa dibantu oleh orang tua/ orang lain, padahal sebelum pandemi tidak pernah ada walimurid yang protes,selanjutnya pembelajaran menggunakan Video call protes dari wali murid adalah suara bu guru kurang keras, kemudian kata wali murid sudah jenuh mengajari di rumah, akhirnya banyak wali murid yang tidak ngirim tugas, dan ada beberapa wali murid yang tidak pernah ngirim tugas minta dituliskan lagi jadwal pembelajaran yang belum dikerjakan oleh anaknya, dan ada wali murid yang mengerjakan tugas tapi buku kegiatannya tidak dikumpul-kumpulkan sehingga jika dikumpulkan bu gurunya malah menilai buku kegiatan anak tsb banyak sekali,akhirnya murid - murid boleh masuk setiap 3 hari sekali 2
bersepatu serta tetap melaksanakan prokes ( Protokol Kesehatan ) Begitu selesai libur sekolah dan masuk lagi pada semester ke 2 pada tgl 3 Januari 2022 Alhamdulilah sekolah –sekolah sudah boleh masuk seperti semula dengan jumlah murid 100% tapi tidak boleh bersenang –senang
dulu tetap waspada untuk selalu menjaga kesehatan karena virus corona tetap menghantui kita dengan jenis yang berbeda yakni OMICRON mudah – mudahan yg jenis ini cepat selesai dan pendidikan di Indonesia aman-aman saja untuk selama-lamanya Aamiin YRA, dari kesimpulan apa yang sudah kami beberkandiatas tentang sistem /metode pembelajaran yang sudah kami berikan kepada murid- murid kami di TK Muslimat NU 24 Sukorejo dengan segala cara intinya hampir semua wali murid menginginkan pembelajaran dilaksanakan dengan cara Pembelajaran
Tatap Muka (PTM ) dan tetap melaksanakan Protokol Kesehatan (Prokes) , Ya Allah apa yang diidam-idamkan oleh semua wali murid TK Muslimat NU 24 Sukorejo, Alhamdulillah sudah terwujud, semoga tidak ada lagi virus corona yang menyebabkan murid-murid tidak diperbolehkan belajar di sekolah dan semoga virus corona secepat nya lenyap dari muka bumi ini
Aamiin YRA
Komentar
Posting Komentar