PENGALAMAN BELAJAR PADA MASA PANDEMI COVID -19 - Lilik Mahbubah, S.Pd
PENGALAMAN BELAJAR PADA MASA PANDEMI COVID -19
Pada masa Pandemi covid-19 ini pembelajaran hampir diseluruh dunia mengalami gangguan dari gangguan teknik pembelajaran sampai gangguan psikologis guru dan peserta didik. Selama wabah Corona menjangkit hampir di seluruh dunia. Salah satu jalan keluar yang dapat memberi solusi yaitu tetap mempertahankan proses pembelajara sebagai mana mestinya dengan cara memberlakukan tatap muka secara Daring atau secara sadar secara komponen dipaksa untuk melakukan transformasi proses pembelajaran yang berbasis internet.
Dengan adanya pembelajaran jarak jauh maka guru bekerjasama dengan walimurid dan anak didik untuk saling berkomunikasi. Meskipun berat dirasakan karena belajar anak yang tiba-tiba berubah dari yang biasanya dilakukan bersama teman banyak dan dibimbing guru dengan penuh warna dan kreatifitas sekarang harus dilakukan sendiri di rumah. Suasana hati dan emosi anak yang seringkali berubah secara tiba-tiba membuat orang tua merasa bingung dan kuwalahan. Tidak semua orang tua faham bagaimana menghadapi anak yang berprilaku tidak sesuai harapan. Dalam situasi ini tidak jarang orang tua gagal membentuk komunikasi dengan anak. Alih-alih memahami perilaka anak, justru orang tua lebih sering marah dan membentak. Apalagi anak Usia Dini atau PAUD yang sangat membutuhkan pengawasan khusus. Sebagai contoh ada anak yang tinggal bersama orang tuanya dan satu kakak laki-laki. Anak ini setiap hari ditinggal oleh ibunya bekerja sedangkan ayahnya mengggantikan posisi ibunya. Dalam cara mendidik anak, tidak seperti pada umummya, karena Ayahnya yang setiap waktu mendampingi anak. Ayah kurang telaten dan sabar dalam menghadapi anak. Ayah kurang dalam mengawasi dan mendidik anak. Ayahnya memberikan kebebasan yang tidak ada arah, menurut ayahnya yang penting anak tidak rewel dan tidak menangis. Setiap hari anak tidak pernah belajar dan tidak pernah mengumpulkan hasil kegiatan yang diberikan oleh guru.padahal kegiatan pembelajaran yang tertuang dalam rencana pembelajaran jarak jauh orang tua peserta didik sangat berperan penting dalam proses pembelajaran yang dilakukan dirumah. Orang Tua turut berperan sebagai pendamping para peserta didik saat belajar di rumah. Sedangkan Ibunya selalu capek karena bekerja dan sibuk dengan kegiatan sehari-hari, Setiap kali di video Call oleh guru, orang tua tidak bisa memberi pengertian kepada anak untuk berkomunikasi secara baik dengan guru. Anak rewel minta apa saja ibunyanya selalu menurutinya sehingga HP dimatikan Ibunya. Padahal sebelum VC Bu guru sudah menawarkan kepada Walimurid kapan ada waktu yang kosong. Akhirnya Gurunya memberikan waktu khusus untuk siap dalam pembelajaran secara VC, Karena HP dibawa ibunya bekerja dan HP satunya dipakai kakaknya. Setelah beberapa minggu anak baru Cuma bisa mengumpulkan hasil kegiatannya, sedang tugas yang lain masih belum selesai dengan memfoto hasil kegiatannya. Dalam hal ini guru akan sulit mengetahui perkembangan anak didik.
Guru sudah berusaha untuk berfikir kraatif dan Inovatif dalam memberikan pembelajaran secara daring, sehingga anak tidak jenuh dalam menerima pembelajaran tersebut. Guru terus berusaha berkomunikasi dengan wali murid dan anak memberikan pengertian agar wali murid mau membantu dan bekerjasama untuk membimbing anak. sehingga setelah semester 2 wali murud sadar bahwa anaknya ketinggalan dengan teman yang lainnya. Teman-temannya sudah banyak pekembangan sedangkan anaknya memegang pensil saja masih dibetulkan. Wali murid mulai membantu membimbing anaknya. Karena bagaimanapun waktu yang ada dirumah lebih banyak dari pada disekolah. Guru akan senang dengan wali murid karena sudah sadar dan dapat diajak kerjasama demi masa depan anak. Keberhasilan anak akan terwujud apabila orang tua dan guru saling bekerjasama.
Komentar
Posting Komentar