PRINSIP GURU DALAM PEMBELAJARAN MASA PANDEMI - Roudlotul Badi'ah, S.Pd
Awal tahun 2020 adalah masa yang sulit dihadapi oleh semua orang, baik dari lapisan masyarakat bawah maupun lapisan masyarakat atas. Itu dikarenakan adanya pandemi yang melanda seluruh negeri, yaitu covid-19, dalam keadaan ini banyak efek negatif yang berimbas baik dari segi ekonomi, sosial, emosi, Dll. Tidak hanya itu dunia pendidikan juga terkena imbas negative dari adanya bencana pandemi covid-19. Salah satu efek dari pandemi Covid-19 yaitu menjadikan proses pembelajaran dan penyampaian materi yang dilakukan berbeda dengan sebelumnya.
“Mengapa demikian...???”
Pada dasarnya proses penyampaian materi pembelajaran di sampaikan kepada anak secara lagsung (tatap muka) seperti kebiasaan yang dilakuakan oleh guru sebelumnya. Apalagi kegiatan pembelajaran pada pendidikan anak usia dini, yang cenderung perlu penanganan secara khusus baik dari segi pemilihan materi pembelajaran, penyampaian, penerapan dan evaluasi yang dilakukan sesuai dengan tingkatan usia anak dari umur 4-6 tahun. sehingga perlu adanya kegiatan pembelajaran tatap muka dalam proses penyampaian materi pembelajaran.
Materi yang tersampaikan secara langsung (tatap muka) lebih mudah untuk difahami anak-anak dan efisien dalam penerapannya, guru juga mampu mengobservasi serta mengevaluasi secara langsung dalam keberhasilan proses penyampaian materi pembelajaran pada anak. Namun sejak adanya covid-19 proses penyampaian materi menjadi terganggu baik dari segi waktu, sarana pembelajaran, serta pemahaman anak terhadap materi karena dilakuakan secara daring atau online.
Dalam hal ini guru sebagi penyedia jasa harus dapat memutar otak ataupun berpikir kreatif serta inovatif dalam mencapai keberhasilan dalam proses penyampaian materi walaupun dilakukan secara daring. Selaian itu kerjasama atara orang tua dan guru harus terjalin sedemikian rupa agara timbul kesepakatan dan kesesuaian pemikiran serta kesabaran dalam mendampingi anak saat proses pembelajaran daring. keberhasilan dalam proses pembelajaran secara daring akan didapat bila guru menerapkan prinsip-prinsip berikut :
- Open minded pada teknologi dan internet : pembelajaran secara daring memaksa guru untuk berpikir terbuka dan menerima bahwa teknolog dan internet sangat berperan aktif pada proses penyampaian materi secara daring, sehingga guru harus mengusai beberapa aplikasi maupun program pembelajaran online agar kegiatan dapat terlaksana dengan baik dan sesuai dengan target yang ingin dicapai. Adapun aplikasi yang bias dipakai dalam pembelajaran daring yaitu : Google meet, zoom, WhatsApp, Ruang Guru, dll.
- Learn new things : belajar hal baru serta kekinian sesuai dengan perkembangan zaman untuk membantu guru memodifikasi materi atau membuat hal baru dalam menyampaikan kegiatan pembelajaran secara daring, sehingga mampu menarik minat anak untuk mengikuti serta menyimak proses pembelajaran dengan baik tanpa ada paksaan dari guru maupun orang tua. seperti pengguanaan game online berbasis pendidikan, liveworksheet, dll.
- Upgrade skill : guru mampu meningkatkan kemampuan dalam menjaga kompetensi keprofesiannya sebagai guru, sehingga guru dapat memberikan konstribusi secara maksimal kepada anak.
- Sejalan dengan orang tua : maksud dari kata sejalan adalah guru mampu menjalin kerjasama yang baik dengan orang tua dalam mendampingi anak belajar secara daring, guru juga mampu menfasilitasi dan membekali orang tua tentang materi yang akan di sampaikan kepada anak sehingga pemikiran guru dan orang tau pada garis yang sama.
- Sabar dan berpikir positif : segala sesuatu yang dilakukan dengan ikhlas, sabar dan berfikir positif menjadikan kegiatan pembelajaran berjalan dengan lancar, karena hal yang terjadi biasanya sesuai dengan apa yang kita pikirkan.
Komentar
Posting Komentar