Pengalaman Belajar Di Masa Pandemi - Rizka Oktavia

 

Sudah hampir dua tahun ini pemerintah mengharuskan semua sekolah melakukan pembelajaran melalui daring dari PAUD hingga perguruang tinggi. Belajar di masa pandemi ini sangat menantang bagi guru, apalagi sebagain guru PAUD yang seharusnya anak usia dini itu BELAJAR SERAYA BERMAIN. Sedangkan di masa pandemi ini sangat sulit untuk belajar seraya bermain di karenakan di haruskannya belajar dengan cara daring. Dengan cara tersebut menurut saya kurang efektif untuk anak usia dini dan pembelajran melalui daring ini cukup membosankan anak, karena anak hanya meliahat layar HP atau laptop untuk mendengarkan penjelasan dari guru. Sedangkan anak usia dini perlu untuk cukup banyak bergerak supaya perkembangan motoriknya berkembang secara maksimal. Adapun dampak dari pembelajarn daring sperti berikut Anak tidak bisa bertemu dengn teman sebaya, tidak bisa saling meghargai/ saling tolong menolong , tidak bisa membangun rasa sosial bersama teman. Guru juga harus lebih ekstra menjelaskan tentang pembelejaran karena terkadang ada anak yang tidak bisa memperhatikan guru dengan seksama.  Pembelajaran daring ini di lakukan dengan cara video call, mengirimkan tugas melalui video, menedengerkan penjelesan guru melalui video yang terlah guru kirim ke grup whats app atau yang di unggah di you tube dengan cara-cara seperti ini lah yang di lakukan guru dan murid setiap harinya. Terkadang apa yang di jelaskan oleh guru tidak tersampaikan dengan baik ke anak. Jika mendapatkan tugas dari guru seperti melukis, menggunting, mencocok, menulis dll. Guru juga tidak dapat memantau langsung apakah anak murni mengerjakan sendiri atau di bantu sama orang tua. Guru hanya menerima hasil jadinya saja. Tidak hanya tentang tugas motorik atau kognitifnya saja. karena sesungguhnya di pendidikan anak usia dini (TK) ini yang seharusnya di bangun  adalah pendidikan karakternya seperti nilai agama moral (NAM ) dan sosial emosionalnya (SE) . Seperti contoh saling berbagi, saling tolong menolong, bermain dengan teman sebaya, meghargai pendapat teman, toleransi antar agama dan masih banyak lagi. Jika pembelajaran daring di lalukan terus-menurus akan hilang lah semua pendidikan karakter yang seharusnya di dapatkan oleh anak. Karena pendidikan karakter ini lah pondasi dari semua hal .

Ada pun Beberapa reaksi dari walimurid juga muncul dalam menyikapi pembelajaran secara daring ini. Banyak terjadi pro dan kontra . Ada beberapa walimurid yang pro atau setuju dengan adanya pembelajaran secara daring di masa pandemi ini untuk menjaga kesehatan anak dari bahaya virud covid-19 . Banyak juga yang kontra atau tidak setuju dengan adanya pembelajaran secara daring ini di karena banyak orang tua atau walimurid yang bekerja jadi tidak bisa mengerjakan tugas dari guru dengan tepat waktu. Ada juga orang tua yang pengetahuan tentang ITnya kurang jadi dalam melihat video atau tugas yg di kirim guru bingung untuk mengunduhnya. Ada pun juga orang tua atau walimurid yg hanya mempunyai HP hanya 1 namun anak yang sekolah lebih dari 1 jadi HPnya di buat bergantian yg lebih di prioritaskan anak yang jenjang  pendidikannya lebih tinggi untuk si adek atau jenjang pendidikannya masih rendah seperti masi playgroup atau taman kanak-kanak (TK) tidak seberapa di prioritaskan dampaknya anak tidak dapat mengikuti pembelajaran secara daring video call bersama guru yang sedang berlangsung. Banyak juga orang tua yang mengeluh jika pembelajaran daring ini dilakukan karena yang mengerjakan tugas adalah orang tua bukan anaknya sendiri. Maka untuk pembelajaran secara daring ini perlu banyak-banyak evaluasi khususnya untuk pembelajaran anak usia dini (PAUD).

Komentar

Postingan populer dari blog ini

TANTANGAN PEMBELAJARAN PAUD DI MASA PANDEMI - Nur Fadilah, S.Pd

Pandemi Bukan Penghalang - Endang Kusumawati, S.Pd

PENGALAMAN BELAJAR MASA PANDEMI - MINARTI, S.Pd