Pengalaman Belajar Masa Pandemi - Li'iza Diana Manzil, S.Psi

 

Tepat 2 maret 2020, Pemerintah mengumumkan adanya 2 WNI positif Covid 19. Sejak saat itulah awal panemi covid 19 masuk di Indonesia, serta saat itu juga sudah merambah keberbagai pelosok negeri. Hal itu menjadikan pandemi sebagai sebuah ancaman bagi seluruh warga sehingga pemerintah mulai menetapkan status darurat di Indonesia, dimana ini berdampak pada seluruh aspek perekonomian, pemasaran bahkan pendidikan di Indonesia.

Kegiatan belajar mengajar yang semula normal di lingkungan sekolah harus berubah karena diterapkannya kebijakan pemerintah yang baru untuk mendukung pencegahan virus covid-19, sehingga kegiatan belajar dilakukan dengan cara daring. Kebijakan ini membuat, ada banyak perubahan-perubahan yang harus disesuaikan dengan cepat yang sangat membutuhkan banyak energi, pikiran. Tenaga pengajar dituntut untuk selalu terus berinovasi demi kelangsungan perkembangan pendidikan pendidikan yang bermutu dan berkualitas.

Tenaga pengajar pun mulai menyesuaikan dengan apa yang dianjurkan pemerintahan untuk meniadakan proses belajar di sekolah, diganti dengan belajar melalui daring. Mengurubah rancangan proses pembelajarn menjadi lebih efisien. Memberlakukan 50% work from home pada tenaga pengajar agar kondisi di sekolah tetap steril dan terjaga.

Pembelajaran daring dilakukan secara terjadwal dengan peserta didik. Awal mula pembelajaran daring melalui video-call aplikasi whatsapp. Setiap hanya cukup untuk 3 murid dan 1 guru agar layar handphone tidak terbagi terlalu kecil. Video call pun dilaksanakan selama 3 sampai 4 sesi seuai kuantitas peserta didik di kelas,.

Kendala pun datang, sangat berat beriteraksi dengan peserta didik hanya bertatapan melalui layar handphone.  Tenaga pengajar atau guru TK mengajarkan pendidikan karakter pada anak usia 4 sampai 6 tahun yang seharusnya melalui interaksi langsung. Materi pendidikan, seperti belajar kebiasaan sehari-hari, kepemimpinan, tanggung jawab, sikap santun, kejujuran, dan lain sebagainya harus diberikan berinteraksi langsung pada peserta didik  Keterbatasan interaksi melalui handphone inilah yang sangat membatasi ruang gerak tenaga pengajar. Wal hasil anak kurang dapat menyerap materi, guru kurang bisa menilai langsung tahap perkembangan peserta didik.

Tak hanya itu kendala daring pun datang silih berganti,  sinyal yang kurang bersahabat hingga keterbatasan pengetahuan orang tua yang masih belum paham benar teknologi, tenaga pendidik pun mencari lagi solusi agar proses pembelajaran tetap bisa berlangsung secara efektif.

Karena dirasa proses belajar daring kurang efektif beberapa sekolah mulai memberlakukan pembelajaran home-visit yakni guru berkeliling mendatangi ke rumah peserta didik untuk mengajarkan materi dan berharap bisa beriteraksi dsan menilai langsung tahap perkembangan peserta didik. Dengan batasan satu petak ruang hanya untuk 2 peserta dan 1 tenaga pengajar, dan wajib melalukan protokol kesehatan seperti cuci tangan sebelum memasuki ruangan, menyiapkan handsanitizer dan tetap memakai masker atau face-shield.

Hasil percobaan pembelajaran home-visit jauh lebih baik. Peserta didik lebih memahami materi, guru pun lebih mudah mengajarkan tentang materi pendidikan karakter dan dapat melihar langsung perkembangan karakter peserta didik, dapat beriteraksi langsung dengan peserta didik. Tetapi tenaga dan waktu yang terkuras lebih banyak saat diberlakukannya proses belajar home-visit karena dalam sehari satu guru mendatangi 5 lokasi peserta didik dengan durasi 45 menit setiap lokasi.

Dari kendala-kendala tersebur harus dilakukan evaluasi proses pembelajaran. Mana yang lebih baik bagi peserta didik dan tenaga pengajar agar proses belajar dapat berlangsung nyaman dan ekektif. Proses pembelajaran jarak jauh harus didukung oleh sarana dan prasarana yang mempuni. Kemampuan teknologi juga sangat penting demi keberlangsungan proses belajar. Pihak sekolah, tenaga pengajar dan wali murid mempunyai  peran yang sama penting pada setiap kelancaran pembelajaran.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

TANTANGAN PEMBELAJARAN PAUD DI MASA PANDEMI - Nur Fadilah, S.Pd

Pandemi Bukan Penghalang - Endang Kusumawati, S.Pd

PENGALAMAN BELAJAR MASA PANDEMI - MINARTI, S.Pd